Sabtu, 30 Mei 2009

TUGAS 3

MENGHADAPI DAN MENANGGULANGI KEJAHATAN
DUNIA MAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) telah menjadi bagian hidup
manusia yang tidak dapat
dipisahkan. Keberadaan TIK
membuat hidup kita menjadi lebih
mudah dan menyenangkan.
Aktivitas yang terkait dengan
pekerjaan, pendidikan, hingga
hiburan terkait erat dengan
pemanfaatan TIK. Menyusun
dokumen elektronik, melakukan
penghitungan, mengirim dan
membaca e-mail, berselancar di
internet, chatting merupakan
aktivitas sehari-hari yang
memanfaatkan TIK. Tidak ada
satupun organisasi atau perusahaan
yang tidak menggunakan peralatan
TIK dalam kegiatannya, bahkan bagi
sebagian mereka, TIK sudah menjadi
bagian utama pelaksanaan
kegiatan.
Layaknya dunia nyata, dalam dunia
TIK selain hal-hal baik yang
diperoleh, ada juga hal-hal buruk
yang mengintai, antara lain seperti
penyebaran virus komputer dan
spam, aktivitas cracking dan
sniffing, dan sebagainya. Kita harus
menerima kenyataan bahwa ada
orang yang bermaksud tidak baik
diluar sana.
Setiap pengguna komputer pernah
mengalami serangan virus, spam,
atau bentuk kejahatan TIK lainnya
pada satu ketika dalam hidupnya.
Siapa yang tidak kenal ”Brontok”,
worm made in Indonesia, yang
dapat menginfeksi suatu komputer
dan menyebar dengan sangat cepat
melalui USB Flash Disk dan jaringan.
Banyak komputer yang terinfeksi
dengan parah tidak dapat
dipergunakan hingga mereka
dibersihkan atau diformat ulang.
Dapat dibayangkan berapa kerugian
dari segi waktu, produktifitas kerja,
serta biaya yang harus dikeluarkan
untuk membersihkan virus tersebut.
Karakteristik serangan virus yang Sejalan dengan perkembangan
teknologi, kejahatan dalam dunia
TIK juga berkembang sangat cepat.
Kita tidak akan mungkin dapat
dapat menyebar luas dengan cepat
juga dapat mengancam
keberlangsungan operasional suatu
organisasi atau perusahaan yang
menggantungkan segala akivitasnya
pada TIK.
menuntaskan semua potensi
serangan kejahatan TIK tersebut
sekaligus. Namun demikian ada
langkah-langkah reaktif maupun
preventif yang dapat dilaksanakan
guna mengatasi permasalahan
tersebut diatas. Salah satunya
melalui penegakan hukum dunia
maya atau cyberlaw.
2. Perumusan masalah
A. Potensi Kejahatan Komputer
Kejahatan dalam bidang teknologi
informasi dengan melakukan
serangan elektronik berpotensi
menimbulkan kerugian pada bidang
politik, ekonomi, sosial budaya,
yang lebih besar dampaknya
dibandingkan dengan kejahatan
yang berintensitas tinggi lainnya. Di
masa datang, serangan elektronik
dapat mengganggu perekonomian
nasional melalui jaringan yang
berbasis teknologi informasi seperti
perbankan, telekomunikasi satelit,
listrik dan lalu lintas penerbangan.
Hal ini dipicu oleh beberapa
permasalahan yang ada dalam
konvergensi teknologi, misalnya
internet membawa dampak negatif
dalam bentuk munculnya jenis
kejahatan baru, seperti hacker
yang membobol komputer milik
bank dan memindahkan dana serta
merubah data secara melawan
hukum. Teroris menggunakan
internet untuk merancang dan
melaksanakan serangan, penipu
menggunakan kartu kredit milik
orang lain untuk berbelanja melalui
internet. Perkembangan TI di era
globalisasi akan diwarnai oleh
manfaat dari adanya ecommerence,
e-government,
foreign direct investment, industri
penyedia informasi dan
pengembangan UKM.
Pemerintah memberikan perhatian
serius pula terhadap masalah
keamanan informasi. Departemen
Kominfo telah membentuk IDSIRTI
(Indonesian Security
Incident Response Team on
Information Infrastructure),
POLRI juga membentuk Cyber
Task Force Center, disamping itu
juga ada ID-CERT sebagai institusi
independen yang bertujuan
melakukan sistem keamanan
teknologi informasi. Pembentukan
ID-SIRTI dalam jajaran Departemen
Kominfo bukan berarti mengambil
alih tugas dan fungsi institusi
sekuriti lainnya. Bahkan tanpa task
force yang ada di Departemen
Kominfo peran dan fungsi
Kepolisian dan Kejaksaanpun tetap
akan berjalan wajar, demikian pula
ID-CERT dan lembaga lainnya yang
dibentuk oleh masyarakat TI tetap
berfungsi dan berjalan normal.
B. Hacker
Hacker adalah sebutan untuk orang atau sekelompok orang yang memberikan sumbangan bermanfaat untuk dunia jaringan dan sistem operasi, membuat program bantuan untuk dunia jaringan dan komputer.Hacker juga bisa di kategorikan perkerjaan yang dilakukan untuk mencari kelemahan suatu system dan memberikan ide atau pendapat yang bisa memperbaiki kelemahan system yang di temukannya.Hacker mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Sebagai contoh : jika seorang hacker mencoba menguji suatu situs dipastikan isi situs tersebut tak akan berantakan dan mengganggu yang lain. Biasanya hacker melaporkan kejadian ini untuk diperbaiki menjadi sempurna.Bahkan seorang hacker akan memberikan masukan dan saran yang bisa memperbaiki kebobolan system yang ia masuki.
Hirarki / Tingkatan Hacker
Ternyata Hacker juga mempunyai tingkatan-tingkatan, tiap tingkatan di bedakan dengan kemampuan dan ilmu yang dimiliki sang hacker :
1.Elite
Ciri-ciri : mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi & menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat, tidak menghancurkan data-data, dan selalu mengikuti peraturan yang ada. Tingkat Elite ini sering disebut sebagai ‘suhu’.
2.Semi Elite
Ciri-ciri : lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3.Developed Kiddie
Ciri-ciri : umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, mereka membaca tentang metoda hacking & caranya di berbagai kesempatan, mencoba berbagai sistem sampai akhirnya berhasil & memproklamirkan kemenangan ke lainnya, umumnya masih menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4.Script Kiddie
Ciri-ciri : seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal, tidak lepas dari GUI, hacking dilakukan menggunakan trojan untuk menakuti & menyusahkan hidup sebagian pengguna Internet.
5.Lammer
Ciri-ciri : tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker, penggunaan komputer mereka terutama untuk main game, IRC, tukar menukar software prirate, mencuri kartu kredit, melakukan hacking dengan menggunakan software trojan, nuke & DoS, suka menyombongkan diri melalui IRC channel, dan sebagainya. Karena banyak kekurangannya untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai level developed kiddie atau script kiddie saja.
C. Cracker
Sedangkan cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan system dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari system yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya.
Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak
D. SPAM
Spam adalah aktivitas mengirim surat elektronik (e-mail) kepada alamat e-mail seseorang atau newsgroup tanpa seijin penerima. Spam bisa juga aktivitas posting (pengiriman) berita atau iklan yang di luar topik yang sedang dibicarakan dalam sebuah newsgroups.

Pada dasarnya seluruh e-mail yang masuk kedalam mail server akan dipindai (scan) menggunakan metode tertentu. Email yang dicurigai, akan ditandai sebagai spam dan dikirimkan kepada anda seperti semula atau bisa juga secara otomatis dihapus oleh mail server (tergantung aturan yang berlaku).
Para pengirim spam yang disebut Spammers akan di laporkan secara otomatis ke public blacklist database, semacam direktori khusus yang mem'blacklist' e-mail e-mail bermasalah.
E. SPYWARE
Spyware yang juga dikenal dengan nama "adware", adalah semacam program tersembunyi yang berfungsi mengirim informasi mengenai komputer yang terinfeksi melalui komunikasi internet ke si pembuat spyware ini. Biasanya spyware otomatis terinstall (terpasang) di komputer kita secara otomatis akibat kita mendownload software tertentu atau mengklik iklan tertentu dari sebuah situs.

Spyware menjadi berbahaya karena saat ini Spyware tidak hanya sebagai pengirim info tersembunyi saja, tapi juga menginstall (memasang) semacam program khusus (sering disebut 'trojan') yang pada akhirnya si pemilik Spyware bisa memata-matai segala aktivitas yang kita lakukan di internet tanpa sepengetahuan kita.

Banyak program antispyware yang beredar di internet saat ini, anda bisa mencarinya di mesin pencari (search engine) dengan kata kunci 'anti spyware'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar